Belajar Standar Mutu Pangan, Mahasiswa AKAFARMA PIM Studi Lapangan

Mahasiswa Akademi Analis Farmasi dan Makanan (AKAFARMA) Putra Indonesia Malang (PIM) melakukan studi lapangan, Selasa, 10 Desember 2019 ke Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) Keripik Tempe Moro Joyo Sanan Malang. Agenda ini merujuk pada kompetensi mata kuliah SPM dan Manajemen Laboratorium di kampus yang bertagline ‘Touch Your Future’ ini.

Mahasiswa AKAFARMA PIM harus memahami tentang proses Good Manufacturing Practise (GMP), yang menjadi salah satu faktor penting untuk memenuhi standar mutu atau persyaratan keamanan pangan, yang ditetapkan untuk pangan. Apalagi, saat ini, hampir setiap lowongan pekerjaan di bidang pangan, selalu mensyaratkan salah satunya, paham tentang proses GMP.

Baca Juga: Tahun 2020, YPIM Makin Kokoh dan Lebih Sejahtera

Kedua, juga harus memahami Sanitasi Standar Operasional Prosedur (SSOP) atau Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). “Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung ke suatu industri pangan rumah tangga, mereka akan memahami dan dapat melakukan penilaian secara langsung tentang GMP dan SSOP pada industri rumah tangga pangan,” ungkap dosen AKAFARMA PIM, Ambar Fidyasari, S.TP,. M.P.

Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Sentra Keripik Tempe Sanan yang berada dekat dengan Kampus PIM di Jalan Barito No 5 Kota Malang itu. Lebih lanjut dosen yang juga Alumni SMK Putra Indonesia Malang (PIM) tersebut menargetkan mahasiswa bimbingannya mampu melakukan pemeriksaan dan inspeksi pada sarana produksi Rumah Tangga Pangan, agar mahasiswa AKAFARMA menjadi lebih kreatif dan solutif.

Baca Juga: YPIM dan OMG Bagi Ilmu Digital Marketing Civitas Kampus PIM

Selain itu mereka dapat melakukan penetapan ketidaksesuaian sarana produksi pangan, menurut UU Permenperin No 75/M/-IND/PER/7/2010 tentang cara produksi pangan olahan yang baik, serta mampu mengidentifikasi persyaratan GMP pada suatu industri pangan rumah tangga. “Sehingga dapat menetapkan penilaian kelayakan dasar berupa mayor, minor, kritis dan serius,” terangnya.

“Dengan diadakannya pembelajaran diluar kelas tersebut, diharapkan dapat membuka wawasan bagi mahasiswa AKAFARMA untuk bisa bersaing di dunia kerja terutama dalam menghadapi era society 5.0 yang menfokuskan pada SDM yang kreatif dan inovatif serta dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar menjadi seorang Food District Inspector,” tutupnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *