Bernarkah Daging Kambing/Domba Penyebab Hipertensi?

Daging kambing termasuk ke dalam golongan daging merah, warnanya lebih pucat dari pada daging sapi, serat lembut dan halus, lemak berwarna putih dan agak keras, juga memiliki bau yang menyengat .
hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal. Peningkatan tekanan darah diatas batas normal (hipertensi) sering dikaitkan dengan adanya pengkonsumsian daging kambing. Sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa daging kambing merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya hipertensi.

Berbagai faktor pemicu terjadinya hipertensi antara lain:
a. Peningkatan kecepatan denyut jantung,
b. peningkatan resistensi (tahanan) dari pembuluh darah tepi .
c. peningkatan volume aliran darah.
d. Konsumsi lemak berlebih dengan konsumsi lemak pada daging merah.
d.Adanya gangguan kesetimbangan cairan dalam tubuh akibat transpor elektrolit, seperti Na, Cl, dan K. Beberapa unsur esensial, seperti Zn, Fe, dan Cu yang juga berperan dalam reaksi enzim secara tidak langsung mempengaruhi peningkatan tekanan darah dalam tubuh.

Lemak Jenuh

Kandungan lemak jenuh pada daging kambing diketahui dapat memicu kenaikan berat badan yang berisiko dapat meningkatkan tekanan darah, selain itu tertimbunnya lemak jenuh di dalam tubuh akan meningkatkan risiko aterosklerosis berkaitan dengan kenaikan tekanan darah. Kebiasaan mengkonsumsi lemak jenuh akan berisiko terserang hipertensi sebesar 7,72 kali dibandingkan orang yang tidak biasa mengkonsumsi lemak jenuh.

Hubungan Zat Besi, Kalsium, dan Natrium terhadap Tekanan Darah

Kelebihan zat besi dapat memicu pembentukan radikal bebas dan stress oksidatif, sehingga terjadi kerusakan sel dan jaringan yang memicu ateroskelerosis, peningkatan tekanan darah, sehingga terjadi penyakit kardiovaskular. Diet yang rendah zat besi akan menyebabkan rendahnya kadar hemoglobin darah sehingga menurunkan tekanan darah sistolik.
Stranges (2008), menyebutkan terdapat hubungan yang signifikan antara intik daging merah dengan peningkatan tekanan darah sistolik, namun tidak ada hubungan antara intik heme-iron dengan tekanan darah.
Metabolisme kalsium yang terganggu berperan penting terhadap patofisiologi hipertensi yang esensial. Ion kalsium (Ca2+) berperan sebagai intracellular second messenger dalam proses kontraksi sel pada otot polos pembuluh darah. Konsentrasi kalsium yang tinggi pada intrasel akan meningkatkan resistensi dinding pembuluh darah.
Natrium memegang peran terpenting terhadap hipertensi, Natrium klorida (garam)merupakan ion utama cairan ekstraseluler Konsumsi garam yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di dalam cairan ekstraseluler meningkat. Untuk menormalkannya, cairan intraseluler ditarik keluar sehingga volume cairan ekstraseluler tersebut menyebabkan meningkatnya volume darah, sehingga berdampak timbulnya Hipertensi.

Efek Lemak jenuh dan garam mineral

Hasil menelitian menyimpulkan bahwa Faktor utama terjadinya hipertensi pada saat mengkonsumsi daging kambing atau domba adalah konsumsi lemak berlebihan dengan kandungan garam mineral (NaCl) yang tinggi. Jika dilihat dari bioavailabilitas mineralnya, maka tabu konsumsi daging kambing sebagai pemicu hipertensi itu tidak benar. Cara pengolahan daging kambing yang salah menjadi penyebab utama hipertensi. Untuk mengurangi terjadinya hipertensi pada saat mengonsumsi daging kambing atau domba yaitu dengan mengurangi lemak jenuh dan meminimalkan penambahan garam mineral pada saat pengolahan.

By Humas PIM.
-repository.ipb.ac.id
-KESMAS, Vol.10, No.1, Maret 2016, pp. 85~90 ISSN: 1978 - 0575
-Stranges S. 2008. Dietary iron and blood pressure [editorial]. BMJ. 347(1):547a

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *