Kesesuaian Makna Hari Saraswati Dan Profil Cendikia, Patriotik, & Spiritualis

Setiap orang ataupun kaum mempunyai hari penting. Salah satu contoh adalah hari yang berkaitan dengan pengetahuan. Bagi umat Hindu, ada hari khusus untuk memperingati turunnya ilmu pengetahuan ke dunia. Hari itu dikenal dengan Hari Saraswati.

Pada tahun ini, umat Hindu memperingati Hari Saraswati pada tanggal 20 Mei 2023. Meski sama-sama berada di bulan Mei, penentuan jatuhnya Hari Saraswati memiliki latar belakang yang mirip dengan Hari Pendidikan Nasional. Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hardiknas. Berbarengan dengan tanggal lahir Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi. Sementara penetapan hari Saraswati memiliki aturannya sendiri menurut kalender Hindu.

Umat Hindu melakukan upacara Hari Sarasvati

Berdasarkan yang tercantum dalam Lontar Sundarigama, Hari Saraswati diperingati setiap 210 hari. Secara spesifik, Hari Saraswati dirayakan pada wuku terakhir dari 30 wuku di kalender Hindu, yaitu Wuku Watugunung. Perayaannya pun dilakukan pada hari Sabtu Umanis. Umat Hindu mengenalinya sebagai Saniscara Umanis Wuku Watugunung. Jika kita hitung dalam kalender Masehi, peringatan Hari Saraswati yang berikutnya akan jatuh pada 16 Desember 2023.

Jadi Salah Satu Pedoman Hidup

Hari Raya Saraswati diperingati sebagai turunnya ilmu pengetahuan suci kepada para umat hindu untuk kedamaian, kemakmuran, dan kemajuan. Pada hari itu, seluruh umat hindu melaksanakan persembahyangan untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Dewi Saraswati.

“Makna Hari Saraswati ini bisa menjadi pedoman saya karena dalam hidup manusia, dari lahir sampai mati, pasti akan melalui proses belajar. Terlebih ilmu pengetahuan itu sangat luas dan harus diamalkan”, ujar Dias Anghayu Luckyda Gayatri, selesai melakukan sembahyang di Pura Luhur Dwijawarsa, Malang.

makna hari saraswati bagi mahasiswa kampus PIM
Dias Anghayu (berkebaya kuning) selesai beribadah di Pura Luhur Dwijawarsa

Mahasiswi Prodi Farmasi Poltekkes PIM itu menambahkan, “Peringatan hari Saraswati ini juga mengajarkan kita untuk introspeksi diri. Dewi Saraswati adalah seorang dewi cantik bertangan empat. Salah satu tangannya memegang Genitri. Genitri bermakna kekekalan atau keabadian. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan yang tidak ada batasnya untuk dipelajari. Dari situ kita belajar untuk tidak sombong atau cepat puas ketika sudah memahami suatu ilmu. Harus terus belajar.”

Baca juga:  DUDIKA Favoritkan Lulusan POLTEKKES PIM

Makna hari Saraswati tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan di Poltekkes PIM. Cendikia, Patriotik, & Spiritualis adalah profil yang diharapkan ada pada setiap mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas, tapi juga mengimbangi ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan kerendahan hati. Tujuannya agar ilmu pengetahuan yang didapat di kampus dapat berguna bagi kehidupan masyarakat.

Sebelum pulang dari Pura, Dias sempat menyampaikan harapannya di hari Saraswati. “Tentunya saya berdoa agar selalu diberi kesehatan selama menempuh perkuliahan di Poltekkes PIM. Senang bisa berkuliah di sini sebab lingkungannya terbuka dengan saya yang beragama Hindu dan saling mendukung. Semoga makin banyak teman seiman yang juga kuliah di PIM, jadi bisa berangkat ibadah bersama-sama.” Ujarnya sambil tersenyum.

Bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *