Banjir Bandang dan Efeknya Bagi Kesehatan

Banjir bandang dan tanah longsor akibat hujan deras pada hari Minggu 4 April 2021 telah melanda sejumlah wilayah di Provinsi NTT.  Saat bencana banjir menerjang suatu wilayah sering kali akan muncul beberapa penyakit yang diakibatkan karena banjir. Dampak banjir mengakibatkan resiko terinfeksi penyakit yang ditularkan  melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Banjir juga menjadi tempat perkembangbiakan utama nyamuk, yang juga menularkan banyak penyakit .

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit  yang sering muncul pada saat  banjir dan selesai banjir diantaranya :

1. Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus Aedes aegypti. Penyakit ini muncul jika banjir  bandang mengakibatkan banyaknya genangan air. Gejala umum penyakit ini adalah :

  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
  • Nyeri kepala berat;
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
  • Nyeri pada bagian belakang mata;
  • Nafsu makan menurun;
  • Mual dan muntah;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening;
  • Kulit kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;
  • Bercak darah pada kulit

2. Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan.

Anak-anak dan orang tua berisiko mengalami hipotermia selama banjir. Gejalanya tergantung pada tingkat keparahan hipotermia. Hipotermia ringan, ada rasa menggigil dan kebingungan mental. Pada hipotermia sedang, ada peningkatan risiko kebingungan mental, bicara cadel dan refleks menurun saat menggigil berhenti. Pada hipotermia parah juga bisa terjadi halusinasi.

3. Demam Tifoid

Tifus atau tipes atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhii. Tifus dapat menular dengan cepat, umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini tertular melalui kontak langsung dengan air yang tercemar. Gejala penyakit ini adalah sakit kepala, hilang nafsu makan, demam tinggi dan diare.

4. Kolera

Kolera adalah diare akibat infeksi bakteri yang bernama Vibrio choleraePenyakit ini dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak dan diare yang ditimbulkan dapat parah hingga menimbulkan dehidrasi.Kolera mirip dengan demam tifoid, penyakit ini disebabkan oleh bakteri bernama Vibrio cholerae yang menyebar pada air minum dan makanan. Lalat yang terinfeksi adalah pembawa penyakit ini. Kolera dapat menyebabkan nyeri panggul dan muntah, karena ini merupakan gejala umum dari penyakit tersebut.

5. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi. Bakteri tersebut dapat bertahan hidup dalam ginjal hewan yang terinfeksi.

Hingga kini Leptospirosis masih menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat jika terdapat Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah. Penyebabnya yaitu tingginya populasi tikus sebagai reservoar Leptospirosis, buruknya sanitasi lingkungan serta semakin meluasnya daerah banjir di Indonesia. Leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut Leptospira yang terdapat dalam urin hewan seperti tikus, sapi dan kerbau.

Gejalanya yaitu flu normal disertai sakit kepala, demam, nyeri otot, infeksi mata merah dan mata berair. Jika penyakit ini tidak terdeteksi tepat waktu, penderita mungkin dapat mengalami koma. Penyebaran penyakit ini dapat meluas ke wilayah lainnya akibat air banjir ke beberapa daerah dimana urine tikus yang mengandung kuman Leptospira mencemari air yang menggenang.

Untuk menghindari penyakit ini , ketika sedang melewati banjir sebaiknya gunakan sepatu bot karet setiap kali berjalan di dalam air saat banjir.

6. Hepatitis A

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi akan mengganggu kerja organ hati dan  dapat menular dengan mudah, melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus. Peradangan sel hati menyebabkan hati atau liver berfungsi tidak normal.  Penyakit ini bisa disebabkan karena makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak. Gejala umumnya adalah demam ringan, kehilangan nafsu makan, sakit perut dan mata kuning.

Terjadinya banjir bandang yang melanda NTT perlu mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul selama banjir maupun pasca banjir. Teriring doa untuk semua warga di NTT. Semoga selalu dilindungi oleh Tuhan dan keadaan lekas membaik.
Tetap kuat, saudaraku.

Bagi yang ingin membantu saudara-saudara kita di NTT, silakan menghubungi POSKO KSR PMI unit AKAFARMA-AKFAR PUTRA INDONESIA MALANG, Jl. Barito 5 Malang lt.2. Contak person :  0878-5709-0098 (RIMA) atau 0821-4091-0972 (Ajeng)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *