“QUICK TEMPE”, SOLUSI SEHAT DAN MENGUNTUNGKAN DARI AKAFARMA PIM UNTUK UMKM TEMPE DESA BEJI, KOTA BATU

BATU, AKAFARMA Putra Indonesia Malang ( AKAFARMA PIM ) adalah salah satu Perguruan Tinggi Vokasi Diploma 3  yang beruntung mendapatkan hibah berdasarkan Keputusan Dirjen Penguatan Risbang  tentang Penerima Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2019.  Kontrak kerjasama melibatkan  pihak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi LLDIKTI VII Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat ( DRPM ) melalui Kepala DRPM dan Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti telah menetapkan AKAFARMA PIM sebagai salah satu Penerima Dana Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat di Perguruan Tinggi. Dengan mengangkat  judul “Optimalisasi Peran Pengusaha Tempe Dalam Pengembangan Potensi KAMPUNG TEMPE Berdaulat Pangan Dan Berketahanan Iklim ”. AKAFARMA PIM dipandang sangat layak untuk mendapatkan apresiasi tersebut.

“ Di Indonesia, tempe telah diterima sebagai salah satu jenis bahan pangan sehat dan bergizi tinggi, namun tempe masih dipandang sebelah mata dan hanya diperuntukkan bagi kelas masyarakat ekonomi rendah”, ujar Ambar Fidyasari, S.TP., MP yang juga didapuk sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat AKAFARMA PIM. Lebih lanjut Wanita berhijab yang berdomisili di Desa Beji Kota Batu ini menjelaskan bahwa saat ini, tempe sedang dalam proses pengajuan ke UNESCO untuk dapat masuk masuk kedalam daftar “Intangible Cultural Heritage of Humanity”. Hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi Indonesia sebagai salah satu negara cikal bakal pengembang makanan khas yaitu tempe yang termasuk  aset berharga dan warisan budaya.

AKAFARMA PIM sebagai salah satu perguruan tinggi yang concern di bidang farmasi dan makanan turut berperan aktif dalam proses pengembangan tempe sebagai warisan bangsa untuk dunia. Hal ini dapat dibuktikan melalui kegiatan  Desa Binaan yang berlokasi di daerah BEJI Junrejo Kota Batu yang mengambil tema kegiatan seputar produksi Tempe. Masa produksi tempe normalnya membutuhkan waktu cukup lama sekitar 4 yang mengambilkan hari. Kini, masa produksi tempe bisa dirampingkan menjadi lebih cepat melalui metode Glukona Delta Lacton ( GDL ).

Masih menurut dosen yang mengantongi banyak prestasi di AKAFARMA PIM ini , metode GDL ditemukan oleh Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Insitut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. C. Hanny Wijaya, M.Agr. Lebih lanjut, Ibu dua orang anak yang juga bertempat tinggal di Beji Kota Batu selaku penerima hibah mendapatkan ilmu saat mendapat kesempatan program Retooling Dosen di SEAFAST IPB Bogor tahun 2018 dari Kemenristekdikti.  Secara lengkap GDL dapat dijelaskan sebagai metode yang yang berfokus pada tahapan pengasaman dengan asam glukonat yang diperoleh dari senyawa glucono delta-lactone.

Dari program retooling dia ingin masyarakat di desa tempat tinggalnya bisa menerapkan metode pembuatan tempe secara cepat tersebut.  Metode ini telah terpilih sebagai salah satu inovasi pada 100 Inovasi Indonesia yang disebut dengan “Quick Tempe”. Program dan kegiatan ini sendiri dilaksanakan oleh AKAFARMA PIM sejak bulan Maret 2020 dengan kegiatan awal  berupa sosialisasi  kepada pengrajin tempe di Desa Beji Kota Batu

Di tempat yang sama, Pengrajin Tempe di Kampung Tempe Beji Batu merasa terbantu dengan metode “Quick Tempe” ini. Pasalnya metode ini dapat memangkas waktu produksi tempe menjadi setengahnya saja. Hal ini selaras dengan program dan tujuan utama dalam program pendampingan dari AKAFARMA PIM untuk meningkatkan produksi pengolahan tempe menjadi lebih cepat, memaksimalkan hasil produksi tempe lebih higienis serta memiliki laba atau keuntungan yang cukup bagi para UMKM Kampung Tempe.

“ Tempe yang dihasilkan dengan metode GDL  menghasilkan  karakteristik tempe yang tidak terlalu berbeda bila dibandingkan tempe tradisional, bahkan kualitasnya lebih baik dan serta diterima oleh masyarakat ” ujar Rizki Nofikawati salah satu peserta sekaligus pengrajin tempe  yang saat isi sudah menerapkan  “ Quick Tempe” dengan metode GDL. Metode ini  diharapkan dapat menjadi solusi terhadap permasalahan mutu tempe yang kurang konstan, jika dilakukan dengan metode tradisional tanpa mengurangi rasa dan kualitas tempe. Terakhir, tempe hasil program pendampingan AKAFARMA PIM ini diberi nama tempe FANTASI ( Akafarma Sehat dan Bernutrisi )/apry

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *