SELEDRI , Harum Baunya Dengan Aneka Manfaat

Seledri merupakan salah satu tanaman yang mudah ditemukan di Indonesia karena iklimnya yang cocok untuk pertumbuhan seledri. Seledri akan berkembang dengan baik di tempat yang kelembapannya tinggi namun bersuhu rendah. Seledri lebih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai sayuran, campuran dalam makanan dan juga penyedap rasa.

Secara taksonomi seledri termasuk dalam divisi Spermatophyta, subdivisi Angiospermae, kelas Dicotyledone, bangsa Apiales, suku Apiaceae, Apium dan jenis A. graveolens L.  Berdasarkan bentuknya seledri terbagi menjadi 3 macam, yaitu seledri potong, seledri umbi dan seledri daun. Seledri daun merupakan tanaman yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Tinggi seledri dapat mencapai 60-90 cm. Batangnya bergerigi dan bercabang. Daun seledri bebentuk bulat telur dengan pinggir bergerigi dan terdiri atas tiga lobus. Daun seledri berwarna hijau tua dan licin. Bunga seledri berukuran kecil dan berwarna abu-abu putih yang hanya ada dari bulan Juli sampai November .

MANFAAT

Sebagian masyarakat juga menggunakan seledri sebagai tanaman obat. Berdasarkan hasil analisis secara farmakologis hampir semua bagian dari seledri bermanfaat sebagai obat. Akar seledri berkhasiat sebagai diuretik dan skomakik. Biji dan buahnya berkhasiat sebagai antispasmodik, menurunkan kadar asam urat darah, antirematik. Seledri juga berkhasiat sebagai penenang (sedatif), peluruh kentut (karminatif), pereda nyeri (antiinflamasi), antioksidan, antibakteri, anti kanker dan juga antihipertensi .

Dari berbagi penelitian diketahui seledri mempunyai berbagai kandungan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan dan cukup potensial untuk dikembangkan sebagai obat salah satunya adalah anti hipertensi. Seledri mengandung fenol dan furanokumarin. Fenol (155.41-177.23mg/100g) terdiri atas graveobiosid A and B, flavanoid (apiin, apigenin), isokuersitrin, tanin (3.89-4.39 mg /100 g) dan asam fitat (19.85-22.05mg/g). furanokumarin terdiri atas selerin, bergapten, apiumosid, apiumetin, apigravrin, osthenol, isopimpinelin, isoimperatorin, celereosid, dan 5, 8-hydroxy methoxypsoralen. Apigenin yang merupakan flavonoid alami memiliki pengaruh terhadap kontrakilitas otot polos pembuluh darah . Mekanisme kontraksi terjadi apabila terdapat peningkatan Ca pada sel, menyebabkan Ca sitosol meningkat dan memicu kontraksi pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Jika terjadi pada sel otot jantung maka akan memperkuat kontraksi otot jantung sehingga jantung memompa lebih keras dan terjadi peningkatan tekanan darah. Apigenin dalam daun seledri akan memblokade Ca sehingga tidak dapat menyatu dengan sel otot polos pada pembuluh darah dan jantung sehingga tidak terjadi kontraksi. Pembuluh darah akan melebar sehingga darah mengalir dengan lancar dan tekanan darah menurun.

Pada hasil analisis fitokimia, diketahui ekstrak methanol biji seledri mengandung karbohidrat, flavonoid, alkaloid, steroid dan glikosida .
Seledri mengandung minyak esensial dengan hasil senyawa yang telah diisolasi antara lain d-limonene, d-selinene, sedanolide, terpineol, santalol, selinene, nerolidol, dcarvone, β-pinene, β-myrcene. Daun seledri juga mengandung vitamin A, K, C, magnesium, kalium, riboflavin, kalsium, zat besi, fosfor,tiamin dan nikotinamid. Vitamin C dapat menurunkan tekanan darah sekitar 5 mmHg, melalui perannya memperbaiki kerusakan arteri karena hipertensi. Vitamin C membantu menjaga tekanan darah normal dengan cara mencegah penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Vitamin C akan meningkatkan laju kolesterol dibuang dan meningkatkan kadar HDL sehingga akan memulihkan elastisitas pembuluh darah.

Kalium pada seledri diketahui dapat menurunkan volume cairan ektstra seluler dengan menarik cairan ekstraseluler masuk ke dalam cairan intraseluler, sehingga terjadi perubahan keseimbangan pompa natrium–kalium yang akan menyebabkan penurunan tekanan darah. Salah satu strategi dalam penanganan hipertensi adalah mengubah keseimbangan Na+.

Seledri mengandung fitosterol yang merupakan komponen fitokimia yang berguna untuk melawan kolesterol. Fitosterol dalam seledri berfungsi mencegah aterosklerosis, komplikasi akibat disfungsi endotel oleh hipertensi. Magnesium dan zat besi pada seledri dapat membersihkan sisa metabolism dan simpanan lemak yang berlebih dalam pembuluh darah,  mencegah kekakuan pada pembuluh darah darah sehingga tidak terjadi retensi vaskuler.

Seledri mengandung 3-n-butyl phthalide (3nB), suatu senyawa yang tidak hanya bertanggung jawab untuk bau yang khas seledri, tetapi juga telah ditemukan untuk menurunkan tekanan darah dengan merelaksasi atau melemaskan otot-otot halus pembuluh darah . Pemberian masing-masing 300 mg/kg ekstrak etanol, methanol dan heksana biji seledri dapat menurunkan tekanan darah sebesar 23, 24, dan 38 mmHg dan menaikkan denyut jantung sebesar 27, 25 dan 60 denyut per menit. Hasil analisis dengan high performance liquid chromatography (HPLC) menunjukkan bahwa kandungan senyawa n-butylphtalide (NBP) pada ekstrak heksana seledri 3.7-4 kali lebih besar dibandingkan pada ekstrak metanol dan etanol. Senyawa NBP pada seledri menjadi konstituen hidrofobik yang aktif sebagai antihipertensi .

HUMAS PIM
- jurnal.stikes-sitihajar.ac.id/index.php/jhsp , eISSN: 2655-8688 pISSN: 2548-3943,   Publish Juli Volume 2, Nomor 2 - 2020  
hal: 160-166 
- sehatq.com
Bagikan:

1 thought on “SELEDRI , Harum Baunya Dengan Aneka Manfaat”

Leave a Comment

MadridbetMadridbet giriş